Tentang Kami


Melihat masyarakat Madura zaman sekarang terutama kalangan muda, telah banyak terkikis nilai-nilai budaya yang diajarkan para leluhur. Masuknya budaya barat banyak mempengaruhi kehidupat mareka, mulai dari cara bertingkah, berpakaian, bermain, bertutur kata sampai pada bahasa banyak dipengaruhi budaya-budaya luar.

Tentunya hal itu sangat menghawatirkan keberadaan dan eksistensi sangkolan (peninggalan leluhur), jika tidak segera diatasi maka bukan hal yang tidak mungkin budaya dan bahasa Madura akan segera punah mengingat banyaknya budaya dan bahasa di Indonesia yang mengalami hal demikian.

Menurut data Kementiran dan Kebudayaan ada sekitar 11 bahasa daerah punah dan 25 lainnya sedang menyusul. "Tiap kampung bahkan tiap desa itu memang beda-beda bahasanya. Rentan sekali [punah] karena penuturnya sedikit. Lama-lama yang sedikit kalau tidak terlestarikan, orangnya meninggal lalu tidak terwariskan. Itu yang buat rentan," tutur Pelaksana tugas Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Hurip Danu Ismadi di Kemendikbud, Senayan, Jumat (21/2) Dilansir dari cnnindonesia.com.

Akibat generasi penerus yang melalaikan budaya dan bahasanya maka lambat laun bahasa itu akan segera punah. Tentu saja kita tidak menginginkan hal tersebut terjadi pada Bahasa dan Budaya Madura.

Kebiasaan generasi muda di zaman sekarang hampir semua dari mereka telah menggenggam smarphone dan bahkan kehidupan mereka bergantung pada alat tersebut mulai dari cara mereka bermain, bergaya hidup, memesan makanan, bercanda, belajar, membaca sudah melalui smartphone. Sebab itu serbaserbiilmu.com mencoba masuk pada dunia mereka dengan menyuguhkan serta meperkenalkan bahasa dan budaya melalui gadget yang mereka miliki.

Oleh sebab itu situb web ini hadir untuk kita semua khususnya di kalangan suku Madura dan kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun tentunya hal itu tidak akan sukses tanpa dukungan dari Anda yang sedang membaca ini. Anda tidak perlu menjadi donatur atau memberikan kami uang demi suksesnya niat luhur di atas, tapi hanyalah doa serta sebarkan situs web ini kepada mereka baik di dunia pendidikan maupun di media sosial yang Anda ikuti.

Adapun sumber artikel atau materi Bahsa Madura kami sadur dari berbagai literasi :

  1. Buku pegangan siswa Malaṭè Sataman X, XI dan XII (Tim Dispendik Jatim)
  2. Buku pegangan guru Malaṭè Sataman X, XI dan XII (Tim Dispendik Jatim)
  3. LKS Bhâsa Sangkolan X, XI dan XII (Harwiyanto, S.Pd., H. Abdir Arifin, Zaini, M.Pd., Pujianto, SS. M.Pd., Febri JF, S.Pd.)
  4. Bahasa dan Sastra Madura (A. Sulaiman Sadik)
  5. Lalongèt (Raden Mas Danoe Winata)
  6. Cok-racok (Drs. H. Muakmam)
  7. Ejaan Bahasa Madura yang Disempurnakan (Tim Balai Bahasa Prov. Jatim)
  8. Kamus Bhâsa Madhurâ (Tim Pakem Maddhu)
  9. Kamus Lengkap Bahasa Madura (Adrian Pawitra)
  10. Kamus Madura - Jawa - Melayu
  11. Layang Carakan (Padma Susastra)
  12. Pantun Madura (Drs. H. Muakmam)
  13. Pramasastra Madura (Drs. H. Muakmam)
  14. Pedoman Penulisan Aksara Jawa (Tiga Gubernur Yokyakarta, Jateng, Jatim)
  15. Sorot Sandherrâ Caca (Drs. H. Muakmam)
  16. Babad Sumenep (R. Werdi Sastra, R. Sastra Wijaya)
  17. Fonologi Madura (H. M. Dradjid, BA)
  18. Èlmo Bhâsa Madhurâ (Marjuki Wiryawiyata)
  19. Dll.

Selain dari yang telah disebutkan di atas tadi, kami juga menyediakan beberapa Modul mata pelajaran lainnya untuk membantu para Guru dan siswa menggunakan materi pelajaran dengan mudah dan gampang, karena Guru dan Siswa tidak perlu lagi membawa buku cetak setiap mereka akan belajar di sekolah.

Kepraktisan yang kami tawarkan adalah bentuk dari usaha kami membantu memudahkan para Guru dan siswa dalam melaksanakan aktifitas belajar-mengajar.

Akhirnya dari kami serbaserbiilmu.com mengucapkan banyak terima kasih kepada para pembaca yang telah mendukung website ini baik itu doa maupun dukungan moril. Jika nantinya isi dari website ini ada kesalahan tulis, istilah, apapun yang sekiranya perlu diperbaiki maka kami dengan senang hati membuka dada lebar-lebar menerima segala kritik dan saran yang membangun.


Hormat Kami,
Pemilik Situs


Kyaè Nabuy

12 Komentar

Komentar yang dirasa merugikan situs ini akan dihapus. Terima kasih telah berkunjung

  1. Ma' ngangghuy bhâsa Indonesia, Ka' Emmas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengantarra kodhu ngangghuy bahasa ji'

      Hapus
  2. Lanjutkan ustadz..warisan yg patut kita jaga..

    BalasHapus
  3. Sangat bagus sekali dalam mengkritik, lanjutkan dan terus mengolah perkataan untuk disuguhkan sebagai makanan pikiran kita. Semoga selalu bermanfaat kepada Agama dan bangsa negara.

    BalasHapus

Posting Komentar

Komentar yang dirasa merugikan situs ini akan dihapus. Terima kasih telah berkunjung